Minggu, 08 Oktober 2017

LAPORAN PENELITIAN “ MASALAH YANG DIHADAPI SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA ”



                                     LAPORAN PENELITIAN
“ Masalah Yang Dihadapi Siswa Dalam pembelajaran Matematika ”
DOSEN PENGAMPU: Nurhilaliati .M.Ag
OLEH
NAMA                                                           NIM
          1. MIRNA SAHARA                                      160103070

       KELAS : 2.C
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
JURUSAN TADRIS MATEMATIKA
UIN MATARAM
2017



A.    Latar Belakang
Saya mengambil Penelitian yang berjudul “masalah yang dihadapi siswa dalam pembelajaran matematika” karena banyak sekali masalah-masalah yang siswa hadapi ketika pembelajaran matematika berlangsung entah itu gurunya yang galak, matematika dikira membosankan,menakutkan, sulit atau penempatan metode yang kurang tepat.
B.     Permasalahan
·  Apa saja masalah yang dihadapi siswa dalam pembelajaran matematika?
·  Lalu metode apa yang anda gunakan dalam pembelajaran matematika?
· Bagaimana strategi dan model yang anda gunakan ?
· Apakah anda menerapkan model pembelajaran Kooperatif ?
C.    Teori
A.)  Hakikat Matematika
Matematika merupakan  ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peranan penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. [1]
Matematika sekolah adalah suatu kegiatan manusia yang mencerminkan hasil karya matematikawan yakni mencari tahu mengapa dan bagaimana suatu teknik atau trik tertentu dapat bekerja.[2]
Matematika dan pembelajaran matematika adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Seorang guru tidak dapat mengajar dengan baik bila menguasai matematika saja atau menguasai bagaimana mengajarkan matematika saja. Untuk mampu mengajarkan matematika dengan baik seorang guru harus memahami hakikat matematika itu sendiri.[3]Selain itu salah satu faktor pendukung berhasil tidaknya pengajaran matematika adalah menguasai teori belajarmengajar matematika[4]
B.)  Strategi Mengajar Matematika
Strategi Banyak macamnya. Guru dapat memilih satu atau beberapa strategi sekaligus dan diterapkan secara bervariasi sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, materi yang disampaikan, siswa, lingkungan, serta kemampuan pengajar itu sendiri untuk melaksanakannya.
Jenis-jenis Strategi pembelajaran diantaranya :
1.      Atas dasar pertimbangan proses pengelolaan pesan
a.)    Strategi deduktif. Materi atau bahan pelajaran diolah mulai dari yang umum ke yang bersifat khusus atau bagian-bagian. Bagian-bagian itu dapat berupa sifat, atribut, atau ciri-ciri.
b.)    Strategi induktif. Materi bahan pelajaran diolah mulai dari khusus ke yang umum, generalisasi, atau umum.
2.      Atas dasar pertimbangan pihak pengelola pesan.
a.)    Strategi ekspositorik. Dengan Strategi ekspositorik, guru yang mencari dan mengolah bahan pelajaran yang keudian menyampaikannya kepada siswa. Strategi Ekspositorik dapat digunakan dalam mengajarkan berbagai materi pelajaran, kecuali yang sifatnya pemecahan masalah.
b.)    Strategi Heuristis. Dengan strategi Heuristik, bahan atau materi pelajaran diolah oleh siswa. Siswa yang aktif mencari dan mengolah bahan atau materi pelajaran. Guru sebagai fasilitator untuk memberikan dorongan, arahan, bimbingan.
3.      Atas dasar pertimbangan pengaturan guru
a.)    Strategi seorang guru. Seorang guru mengajar kepada sejumlah siswa.
b.)    Strategi pengajaran beregu (Team teaching). dengan pengajaran beregu dua orang atau lebih guru mengajar sejumlah siswa.
Pengajaran regu dapat digunakan dalam mengajarkan salah satu mata pelajaran atau sejumlah mata pelajaran yang terpusat kepada suatu topik tertentu.
4.      Atas dasar pertimbangan jumlah siswa
a.)    Strategi Kalsikal
b.)    Strategi kelompok kecil
c.)    Strategi individu
5.      Atas dasar pertimbangan interaksi guru dengan siswa.
a.)    Strategi tatap muka
b.)    Strategi pengajaran melalui media. Guru tidak langsung kontak dengan siswa, tetapi melalui media. Siswa berinteraksi dengan media.[5]
C.)  Model pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif merupakan model belajar dengan sejumlah peserta didik sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap peserta didik anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu memahami materi pelajaran. Pembelajaraan kooperatif belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran.[6]
Tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi dimana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya. Selain dari pada itu pembelajaran kooperatif bertujuan untuk meningkatkan prestasi, merangsang pengembangan teori, peningkatan harga diri dan mempromosikan kegemaran untuk sekolah, tidak hanya kuat dan mudah disesuaikan dengan situasi pelajaran, juga menjadi dasar berkehidupan untuk bekerjasama dengan orang lain pada suatu pekerjaan, memelihara kekeluargaan, dan aktif sebagai bagian dari komunitas atau masyarakat.[7]
D.)  Metode Pembelajaran
1.      Metode Ceramah
Metode Ceramah ialah sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan mengetahui secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. [8]
2.      Metode Diskusi
Metode Diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan mengajar memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama (socialized recitation ). Aplikasi metode diskusi biasanya melibatkan seluruh siswa atau sejumlah siswa tertentu yang di atur dalam bentuk kelompok-kelompok. tujuan menggunakan metode diskusi ialah untuk memotivasi (mendorong) dan memberi stimulasi (memberi ransangan) kepada siswa agar berfikir dengan renungan yang dalam (reflecriv thinking).[9]
Pada umumnya, metode diskusi diaplikasikan dalam proses mengajar-belajar untuk :
a.)    Mendorong siswa berfikir kritis;
b.)    Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas;
c.)    Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirannya untuk memecahkan masalah bersama;
d.)   Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan yang seksama.[10]
3.      Metode Demonstrasi
Metode Demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dn urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.
Tujuan pokok penggunaan metode demonstrasi dalam proses belajar mengajar ialah untuk memperjelas pengertian konsep dan memperlihatkan (meneladani) cara melakukan sesuatu proses terjadinya sesuatu.
Jadi metode demonstrasi lebih berfungsi sebagai strategi mengajar yang digunakan untuk menjalankan metode mengajar tertentu seperti metode ceramah.
Banyak keuntungan psikologis pedagogis yang dapat diraih dengan menggunakan metode demonstrasi , antara lain yang terpenting ialah;
a.)    Perhatian siswa lebih dipusatkan
b.)    Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari ;
c.)    Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa (Daradjat,1985)

Secara khusus menyoroti manfaat metode demondtrasi dengan mnggunakan alat praga, berpendapat bahwa metode ini dapat:
a.)    Menambah aktivitas belajar siswa karena ia turut melakukan kegiatan peragaan
b.)    Menghemat waktu belajar dikelas/sekolah
c.)    Menjadikan hasil belajar yang lebih mantap dan permanen
d.)   Membantu siswa dalam mengejar ketertinggalan penguasaan atas materi pelajaran, khususnya yang didemonstrasikan itu
e.)    Membangkitkan minat dan aktivitas belajar siswa
f.)     Memberikan pemahaman yang lebih tepat dan jelas.[11]
E.)  Tahap Pembelajaran
a.)    Tahap Prainstruksional adalah langkah persiapan yang ditempuh guru pada saat mulai memasuki kelas hendak mengajar. Pada tahap ini guru dianjurkan memeriksa kehadiran siswa, kondisi kelas, dan kondisi peralatan yang tersedia dengan alokasi waktu yang singkat.
Seusai kegiatan yang singkat tadi, guru perlu melakukan “pemanasan” dengan menanyakan prihal materi yang disajikan sebelumnya, serta materi yang akan diajarkan(pretest). Kemudian, guru melakukan appersepsi (apperception) dengan mengungkapkan kembali secara sekilas materi yang diajarkan sebelumnya lalu menghubungkannya dengan materi pelajaran yang akan segera diajarkan.
b.)    Tahap Instruksional adalah tahap inti dalam proses pengajaran. Pada tahap ini guru menyajikan materi pelajaran (pokok bahasan) yang disusun lengkap dengan persiapan model, metode dan strategi mengajar yang dianggap cocok.
c.)    Tahap evaluasi dan Tindak lanjut
Tahap terakhir proses mengajar terdiri atas kegiatan evaluasi dan tindak lanjut (Follow up). Pada tahap ini guru melakukan penilaian keberhasilan belajar siswa yang berlangsung pada tahap instruksional. Caranya, ialah dengan mengadakan post test.
Post test merupakan alat pengukuran prestasi belajar siswa sesudah penyajian materi pelajaran. Tujuannya ialah untuk mengetahui penguasaan siswa atas materi pelajaran yang telah disajikan guru.[12]
D.    Temuan Dan Analisis
Temuan:
Dari pernyataan seorang guru yang mengajar di smk Nurul hakim masalah yag dihadapi siswa adalah kesulitan dalam segi berhitungnya memang dasarnya dari pembelajaran sebelumnya, menghafal mulai dari pembagian, perkalian, penjumlahan dan pengurangan itukan dasar-dasarnya, jika kita mau langsung ke pembahasan selanjutnya maka itu tempat kesulitannya, jadi dalam pertemuan pertama dan kedua kita membahas bilangan real tentang perkalian, pembagian, penjumlahan dan pengurangan. Cara mengatasinya itu dengan cara  memberikan pengajaran yang kontekstual dalam kehidupannya sehari-hari. Guru itu juga menggunakan metode dan strategi pembelajaran pada waktu materi tertentu dan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Kesulitan siswa juga pada umumnya belum belum belajar  matematika, siswa sudah berfikir kalau matematika itu sulit. Caranya kita menarik pehtian mereka dan menceritakan apa-apa yang berhubungan dengan matematika.

Analisis:
Ternyata siswa itu sebelum belajar matematika, mereka sudah berfikir bahwa matematika itu sulit. Dan Ternyata siswa itu masalahnya dalam segi operasi.
E.      Kesimpulan
Jadi dalam pembelajaran matematika kita harus tahu hakikat metode dan metode apa yang kita gunakan supaya ketika kita mengajar matematika siswa menganggap matematika itu menyenangkan dan tidak sulit dan cara kita mengatasi masalah siswa yang kesulitan dalam segi berhitung ialah dengan cara memberikan pengajaran yang kontekstual dalam kehidupan sehari-hari supaya mereka cepat paham.


DAFTAR PUSTAKA

  

Sutarto dan Syarifuddin. 2013.Desain Pembelajara Matematika.Yogyakarta:Samudra Biru.

·      Noornia, Anton dan yurniwati. 2008. Metode Pembelajaran Matematika.jakarta:Azka Press.
·         Simanjuntak, Lisnawati dkk. 1993. Metode mengajar matematika.jakarta: Rineka Cipta.
·         Riyanto, Yatim.2010. Paradigma Baru pembelajaran.Jakarta:Kencana
·     Syah, Muhibbin. 2014. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
















[1] Sutarto dan syarifuddin.Desain Pembelajaran Matematika.(Yogyakarta:Samudra Biru,2013)hlm,1
[2] Ibid, hlm 33
[3] Anton, Noornia dan yurniwati. Metode Pembelajaran Matematika.(jakarta:Azka Press, 2008),hlm.2
[4] Lisnawati, Simanjuntak dkk. Metode mengajar matematika.(jakarta: Rineka Cipta, 1993)hlm. 76
[5] Yatim, Riyanto. Paradigma Baru pembelajaran.(Jakarta:Kencana,2010)hlm, 136-138
[6] Sutarto, Op.Cit. hlm, 105
[7] Ibid. hlm, 111
[8] Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014)  ,hlm.200

[9] Ibid. hlm, 201
[10] Ibid.
[11] Ibid. hlm 205-206
[12] Ibid. hlm,213-214

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates