LAPORAN PENELITIAN
“ Masalah Yang Dihadapi
Siswa Dalam pembelajaran Matematika ”
DOSEN PENGAMPU: Nurhilaliati .M.Ag

OLEH
NAMA NIM
1. MIRNA SAHARA 160103070
KELAS : 2.C
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
JURUSAN TADRIS MATEMATIKA
UIN MATARAM
2017
A. Latar Belakang
Saya mengambil Penelitian yang berjudul “masalah
yang dihadapi siswa dalam pembelajaran matematika” karena banyak sekali
masalah-masalah yang siswa hadapi ketika pembelajaran matematika berlangsung
entah itu gurunya yang galak, matematika dikira membosankan,menakutkan, sulit
atau penempatan metode yang kurang tepat.
B. Permasalahan
· Apa saja
masalah yang dihadapi siswa dalam pembelajaran matematika?
· Lalu metode
apa yang anda gunakan dalam pembelajaran matematika?
· Bagaimana strategi dan model yang anda gunakan ?
· Apakah anda menerapkan model pembelajaran Kooperatif
?
A.) Hakikat Matematika
Matematika merupakan
ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai
peranan penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. [1]
Matematika sekolah adalah suatu kegiatan manusia
yang mencerminkan hasil karya matematikawan yakni mencari tahu mengapa dan
bagaimana suatu teknik atau trik tertentu dapat bekerja.[2]
Matematika dan pembelajaran matematika adalah dua
hal yang tidak dapat dipisahkan. Seorang guru tidak dapat mengajar dengan baik
bila menguasai matematika saja atau menguasai bagaimana mengajarkan matematika
saja. Untuk mampu mengajarkan matematika dengan baik seorang guru harus
memahami hakikat matematika itu sendiri.[3]Selain
itu salah satu faktor pendukung berhasil tidaknya pengajaran matematika adalah
menguasai teori belajarmengajar matematika[4]
B.) Strategi Mengajar
Matematika
Strategi Banyak macamnya. Guru dapat memilih satu
atau beberapa strategi sekaligus dan diterapkan secara bervariasi sesuai dengan
tujuan yang hendak dicapai, materi yang disampaikan, siswa, lingkungan, serta
kemampuan pengajar itu sendiri untuk melaksanakannya.
Jenis-jenis Strategi pembelajaran diantaranya :
1. Atas dasar pertimbangan proses pengelolaan pesan
a.) Strategi deduktif. Materi atau bahan pelajaran diolah mulai dari yang
umum ke yang bersifat khusus atau bagian-bagian. Bagian-bagian itu dapat berupa
sifat, atribut, atau ciri-ciri.
b.) Strategi induktif. Materi bahan pelajaran diolah mulai dari khusus ke
yang umum, generalisasi, atau umum.
2. Atas dasar pertimbangan pihak pengelola pesan.
a.) Strategi ekspositorik. Dengan Strategi ekspositorik, guru yang
mencari dan mengolah bahan pelajaran yang keudian menyampaikannya kepada siswa.
Strategi Ekspositorik dapat digunakan dalam mengajarkan berbagai materi
pelajaran, kecuali yang sifatnya pemecahan masalah.
b.) Strategi Heuristis. Dengan strategi Heuristik, bahan atau materi
pelajaran diolah oleh siswa. Siswa yang aktif mencari dan mengolah bahan atau
materi pelajaran. Guru sebagai fasilitator untuk memberikan dorongan, arahan,
bimbingan.
3. Atas dasar pertimbangan pengaturan guru
a.) Strategi seorang guru. Seorang guru mengajar kepada
sejumlah siswa.
b.) Strategi pengajaran beregu (Team teaching). dengan
pengajaran beregu dua orang atau lebih guru mengajar sejumlah siswa.
Pengajaran regu dapat digunakan dalam mengajarkan
salah satu mata pelajaran atau sejumlah mata pelajaran yang terpusat kepada
suatu topik tertentu.
4. Atas dasar pertimbangan jumlah siswa
a.) Strategi Kalsikal
b.) Strategi kelompok kecil
c.) Strategi individu
5. Atas dasar pertimbangan interaksi guru dengan siswa.
a.) Strategi tatap muka
b.) Strategi pengajaran melalui media. Guru tidak langsung
kontak dengan siswa, tetapi melalui media. Siswa berinteraksi dengan media.[5]
C.) Model pembelajaran
Kooperatif
Pembelajaran kooperatif merupakan model belajar
dengan sejumlah peserta didik sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat
kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap peserta
didik anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu memahami
materi pelajaran. Pembelajaraan kooperatif belum selesai jika salah satu teman
dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran.[6]
Tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah
menciptakan situasi dimana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi
oleh keberhasilan kelompoknya. Selain dari pada itu pembelajaran kooperatif
bertujuan untuk meningkatkan prestasi, merangsang pengembangan teori,
peningkatan harga diri dan mempromosikan kegemaran untuk sekolah, tidak hanya
kuat dan mudah disesuaikan dengan situasi pelajaran, juga menjadi dasar
berkehidupan untuk bekerjasama dengan orang lain pada suatu pekerjaan,
memelihara kekeluargaan, dan aktif sebagai bagian dari komunitas atau
masyarakat.[7]
D.) Metode Pembelajaran
1. Metode Ceramah
Metode Ceramah ialah sebuah metode mengajar dengan
menyampaikan informasi dan mengetahui secara lisan kepada sejumlah siswa yang
pada umumnya mengikuti secara pasif. [8]
2. Metode Diskusi
Metode Diskusi adalah metode mengajar yang sangat
erat hubungannya dengan mengajar memecahkan masalah (problem solving).
Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion)
dan resitasi bersama (socialized recitation ). Aplikasi metode diskusi
biasanya melibatkan seluruh siswa atau sejumlah siswa tertentu yang di atur
dalam bentuk kelompok-kelompok. tujuan menggunakan metode diskusi ialah untuk
memotivasi (mendorong) dan memberi stimulasi (memberi ransangan) kepada siswa
agar berfikir dengan renungan yang dalam (reflecriv thinking).[9]
Pada umumnya, metode diskusi diaplikasikan dalam
proses mengajar-belajar untuk :
a.) Mendorong siswa berfikir kritis;
b.) Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara
bebas;
c.) Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirannya untuk
memecahkan masalah bersama;
d.) Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa
alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan yang
seksama.[10]
3. Metode Demonstrasi
Metode Demonstrasi adalah metode mengajar dengan
cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dn urutan melakukan suatu kegiatan,
baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan
dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.
Tujuan pokok penggunaan metode demonstrasi dalam
proses belajar mengajar ialah untuk memperjelas pengertian konsep dan memperlihatkan
(meneladani) cara melakukan sesuatu proses terjadinya sesuatu.
Jadi metode demonstrasi lebih berfungsi sebagai
strategi mengajar yang digunakan untuk menjalankan metode mengajar tertentu
seperti metode ceramah.
Banyak keuntungan psikologis pedagogis yang dapat
diraih dengan menggunakan metode demonstrasi , antara lain yang terpenting
ialah;
a.) Perhatian siswa lebih dipusatkan
b.) Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang
sedang dipelajari ;
c.) Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran
lebih melekat dalam diri siswa (Daradjat,1985)
Secara khusus menyoroti manfaat metode demondtrasi
dengan mnggunakan alat praga, berpendapat bahwa metode ini dapat:
a.) Menambah aktivitas belajar siswa karena ia turut
melakukan kegiatan peragaan
b.) Menghemat waktu belajar dikelas/sekolah
c.) Menjadikan hasil belajar yang lebih mantap dan
permanen
d.) Membantu siswa dalam mengejar ketertinggalan
penguasaan atas materi pelajaran, khususnya yang didemonstrasikan itu
e.) Membangkitkan minat dan aktivitas belajar siswa
f.) Memberikan pemahaman yang lebih tepat dan jelas.[11]
E.) Tahap Pembelajaran
a.)
Tahap Prainstruksional adalah langkah persiapan yang ditempuh guru pada
saat mulai memasuki kelas hendak mengajar. Pada tahap ini guru dianjurkan
memeriksa kehadiran siswa, kondisi kelas, dan kondisi peralatan yang tersedia
dengan alokasi waktu yang singkat.
Seusai kegiatan yang singkat tadi, guru perlu melakukan “pemanasan”
dengan menanyakan prihal materi yang disajikan sebelumnya, serta materi yang
akan diajarkan(pretest). Kemudian, guru melakukan appersepsi (apperception)
dengan mengungkapkan kembali secara sekilas materi yang diajarkan sebelumnya
lalu menghubungkannya dengan materi pelajaran yang akan segera diajarkan.
b.)
Tahap Instruksional adalah tahap inti dalam proses pengajaran. Pada tahap
ini guru menyajikan materi pelajaran (pokok bahasan) yang disusun lengkap
dengan persiapan model, metode dan strategi mengajar yang dianggap cocok.
c.)
Tahap evaluasi dan Tindak lanjut
Tahap terakhir proses mengajar terdiri atas kegiatan evaluasi dan tindak
lanjut (Follow up). Pada tahap ini guru melakukan penilaian keberhasilan
belajar siswa yang berlangsung pada tahap instruksional. Caranya, ialah dengan
mengadakan post test.
Post test merupakan alat pengukuran prestasi belajar siswa sesudah
penyajian materi pelajaran. Tujuannya ialah untuk mengetahui penguasaan siswa atas
materi pelajaran yang telah disajikan guru.[12]
D.
Temuan
Dan Analisis
Temuan:
Dari pernyataan seorang guru yang mengajar di smk Nurul hakim masalah yag
dihadapi siswa adalah kesulitan dalam segi berhitungnya memang dasarnya dari pembelajaran
sebelumnya, menghafal mulai dari pembagian, perkalian, penjumlahan dan
pengurangan itukan dasar-dasarnya, jika kita mau langsung ke pembahasan
selanjutnya maka itu tempat kesulitannya, jadi dalam pertemuan pertama dan
kedua kita membahas bilangan real tentang perkalian, pembagian, penjumlahan dan
pengurangan. Cara mengatasinya itu dengan cara memberikan pengajaran yang kontekstual dalam
kehidupannya sehari-hari. Guru itu juga menggunakan metode dan strategi
pembelajaran pada waktu materi tertentu dan menggunakan model pembelajaran
kooperatif. Kesulitan siswa juga pada umumnya belum belum belajar matematika, siswa sudah berfikir kalau
matematika itu sulit. Caranya kita menarik pehtian mereka dan menceritakan
apa-apa yang berhubungan dengan matematika.
Analisis:
Ternyata siswa itu sebelum belajar matematika, mereka sudah berfikir
bahwa matematika itu sulit. Dan Ternyata siswa itu masalahnya dalam segi
operasi.
E.
Kesimpulan
Jadi dalam pembelajaran matematika kita harus tahu hakikat metode dan
metode apa yang kita gunakan supaya ketika kita mengajar matematika siswa
menganggap matematika itu menyenangkan dan tidak sulit dan cara kita mengatasi
masalah siswa yang kesulitan dalam segi berhitung ialah dengan cara memberikan
pengajaran yang kontekstual dalam kehidupan sehari-hari supaya mereka cepat
paham.
DAFTAR PUSTAKA
Sutarto dan Syarifuddin. 2013.Desain Pembelajara Matematika.Yogyakarta:Samudra
Biru.
· Noornia, Anton dan yurniwati. 2008. Metode Pembelajaran
Matematika.jakarta:Azka Press.
·
Simanjuntak, Lisnawati dkk. 1993. Metode mengajar matematika.jakarta:
Rineka Cipta.
·
Riyanto, Yatim.2010. Paradigma Baru pembelajaran.Jakarta:Kencana
·
Syah, Muhibbin. 2014. Psikologi
Pendidikan Dengan Pendekatan Baru.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
[1] Sutarto dan syarifuddin.Desain Pembelajaran Matematika.(Yogyakarta:Samudra
Biru,2013)hlm,1
[2] Ibid, hlm 33
[3] Anton, Noornia dan yurniwati. Metode Pembelajaran Matematika.(jakarta:Azka
Press, 2008),hlm.2
[4] Lisnawati, Simanjuntak dkk. Metode mengajar matematika.(jakarta:
Rineka Cipta, 1993)hlm. 76
[5] Yatim, Riyanto. Paradigma Baru pembelajaran.(Jakarta:Kencana,2010)hlm,
136-138
[6] Sutarto, Op.Cit. hlm, 105
[7] Ibid. hlm, 111
[8] Muhibbin Syah, Psikologi
Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2014) ,hlm.200
[9] Ibid. hlm, 201
[10] Ibid.
[11] Ibid. hlm 205-206
[12] Ibid. hlm,213-214
Tidak ada komentar:
Posting Komentar